Nita Herbal

Penyakit Abruptio Plasenta, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyakit Abruptio Plasenta, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan – Abruptio plasenta adalah lepasnya plasenta sebelum waktunya. Hal ini jarang terjadi namun merupakan komplikasi yang serius dalam kehamilan. Plasenta adalah bagian tubuh yang bertugas memberikan nutrisi pada bayi selama kehamilan.

<>

Penyakit Abruptio Plasenta, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Plasenta yang sudah terlepas dari dinding rahim tidak dapat menempel kembali. Hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah oksigen dan nutrisi pada bayi serta menyebabkan perdarahan hebat pada ibu. Komplikasi yang serius ini menyebabkan dilakukannya operasi sesar. Abruptio plasenta adalah kondisi yang terjadi secara mendadak dan membutuhkan penanganan medis segera.

Penyakit Abruptio Plasenta, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Abruptio plasenta adalah gangguan kesehatan yang jarang terjadi namun sangat serius. Wanita hamil lebih berisiko saat trimester ketiga tetapi hal ini dapat terjadi setelah minggu ke-20. Hanya sekitar 1% dari seluruh wanita hamil mengalami abruptio plasenta. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Penyebab

Penyebab utama abruptio plasenta tidak diketahui dengan jelas. Namun, ini bukanlah kondisi yang diturunkan. Trauma saat kehamilan dapat menyebabkan abruptio plasenta seperti trauma langsung pada daerah perut (karena jatuh, kecelakaan mobil, terpukul atau jatuh saat bekerja), akibat luka jarum suntik di plasenta pada tempat yang salah, perdarahan, hematoma terbentuk setelah saling mengelupas.

Gejala

  • Perdarahan rahim, kontraksi rahim yang tidak normal, dan gawat janin yang dapat diperiksa dari denyut jantung janin
  • Kontraksi rahim yang sangat nyeri
  • Lemas, tekanan darah rendah, denyut jantung cepat, nyeri perut, dan nyeri punggung

Selain itu, gejala yang muncul dapat berbeda tergantung pada tingkat keparahan abruptio plasenta (stadium I, II, dan III):

  • Stadium I: perdarahan ringan dari vagina, kontraksi ringan pada rahim, tanda vital stabil, dan denyut jantung janin tetap. Waktu pembekuan darah normal
  • Stadium II: perdarahan sedang, kontraksi yang tidak normal, tekanan darah rendah, gawat janin, dan kelainan dalam pembekuan darah
  • Stadium III: stadium ini merupakan stadium yang paling berat; gejalanya berupa perdarahan dan kontraksi hebat, tekanan darah rendah, kematian janin, dan darah sulit membeku

Faktor Resiko

  • Riwayat abruptio plasenta. Jika Anda pernah mengalami abruptio plasenta pada kehamilan sebelumnya, Anda berisiko untuk mengalami abruptio plasenta di kehamilan selanjutnya.
  • Tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko abruptio plasenta pada wanita.
  • Trauma pada perut. benturan pada perut Anda (misalnya kecelakaan) meningkatkan risiko abruptio plasenta.
  • Penyalahgunaan obat. Abruptio plasenta dapat lebih mungkin terjadi jika Anda merokok atau mengkonsumsi kokain selama kehamilan.
  • Cairan ketuban pecah sebelum waktunya. Selama kehamilan, janin dikelilingi oleh lapisan pelindung yang disebut kantong amnion. Risiko abruptio plasenta meningkat jika kantong amnion pecah sebelum kelahiran.
  • Kelainan pembekuan darah. Segala kondisi yang berpengaruh terhadap pembekuan darah meningkatkan risiko abruptio plasenta.
  • Kehamilan multipel. Jika Anda beranak kembar dua atau tiga, kelahiran pertama dapat mengakibatkan perubahan pada rahim, menyebabkan abruptio plasenta sebelum kelahiran bayi kedua.
  • Usia. Abruptio plasenta lebih sering terjadi pada wanita usia tua, khususnya lebih dari 40 tahun.

Pengobatan

Berikut ini adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi Abruptio plasenta :

  • Melakukan pemeriksaan kontrol kehamilan secara rutin untuk deteksi abruptio plasenta untuk mendapat penanganan segera di rumah sakit.
  • Pengobatan untuk penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi untuk menurunkan risiko abruptio plasenta.

Baca Juga : Perawatan Luka Kaki Diabetes di Rumah, Sembuh Total

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *